• Beranda
  • Kajian

Kajian Akhir Pekan 10 Oktober 2025 - Hujan adalah Rahmat, Rezeki dan Penguat Iman

Sabtu, Oktober 10, 2026
0 menit baca

oleh Ustadz Dr. Faisal Abdul Aziz, Lc., MA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. أَمَّا بَعْدُ.

Jamaah Subuh yang dirahmati Allah,

Hari ini kita membahas nikmat yang sering kita lupakan, padahal tanpanya kehidupan akan mati: yaitu HUJAN.

Hujan bukan sekedar fenomena alam. Ia adalah ciptaan Allah, bahkan disebut lebih dari 50 kali dalam Al-Qur'an dengan lafadz Al-Ma', Ghaits, dan Matar. Seringnya disebut menunjukkan betapa pentingnya perkara ini bagi kehidupan.

Makna utama hujan dalam Al-Qur'an ada dua: sebagai Rahmat dan sebagai Rezeki.

1. HUJAN ADALAH RAHMAT DAN REZEKI DARI ALLAH SEMATA

Allah berfirman, Dialah yang menurunkan hujan:

هُوَ الَّذِي أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لَّكُم مِّنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ

“Dialah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.” (QS. An-Nahl: 10)

Ada sebagian orang berkata dengan sombong: "Saat ini kita tidak perlu lagi shalat minta hujan (Istisqa). Manusia dengan teknologinya sudah bisa menurunkan hujan buatan. Tidak perlu cara primitif."

Ini adalah ucapan orang yang lupa akan kekuasaan Allah. Teknologi modifikasi cuaca hanya ikhtiar merekayasa awan yang SUDAH diciptakan Allah. Manusia tidak bisa menciptakan awan dari ketiadaan, tidak bisa menurunkan satu tetes pun tanpa izin Allah.

Buktinya saat ini, ketika hujan tertahan, hutan terbakar, indeks polusi udara karena kabut asap melampaui ambang batas berbahaya. Siapa yang mampu menghentikan asap itu jika bukan Allah yang menurunkan hujan?

Allah mengingatkan kita sumber rezeki yang hakiki:

وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ

“Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.” (QS. Adz-Dzariyat: 22)

Para mufasir menjelaskan: Rizqun di langit itu adalah hujan. Dari hujan turun, tumbuhlah padi, buah-buahan, sayuran, dan mengalirlah sungai. Maka jika kita menginginkan rezeki, mintalah kepada Pemilik langit, yaitu Allah.

Hujan adalah wujud nyata kasih sayang Allah. Ia adalah makhluk Allah yang taat, turun tepat sesuai perintah-Nya.

2. HUJAN SEBAGAI PENGUAT IMAN

Seiring turunnya hujan, iman seorang mukmin seharusnya semakin kuat. Mengapa? Karena ia menyaksikan kekuasaan Allah secara langsung.

Allah berfirman:

مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا ۖ وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorang pun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Fatir: 2)

Apabila Allah berkehendak menurunkan hujan, tidak ada seorang pun, tidak ada teknologi apa pun yang dapat menahannya. Dan apabila Allah menahannya, tidak ada pula yang bisa menurunkannya. Inilah tauhid Rububiyah.

Allah memberi rezeki tidak seperti manusia. Manusia memberi karena ada kepentingan, karena ingin dipuji, karena ada timbal balik. Allah memberi karena Dia Ar-Rahman, Maha Pengasih, tanpa butuh balasan dari kita.

Maka orang yang tidak mau berdoa, tidak mau meminta kepada Allah, berarti ia adalah orang yang sombong, yang tidak ingin mendapatkan rahmat Allah. Sebagaimana orang yang tidak mau bertaubat, ia menutup pintu rahmat itu untuk dirinya sendiri.

3. HUJAN ADALAH PERKARA GHAIB

Diturunkannya hujan termasuk ilmu ghaib. Secanggih apapun teknologi, manusia hanya bisa membuat prakiraan cuaca, bukan kepastian. BMKG hanya bisa berkata "berpotensi hujan 80%", tapi tidak bisa memastikan jam berapa, di mana tepatnya, dan berapa tetes.

Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ...

“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim...” (QS. Luqman: 34)

Hanya Allah yang tahu kapan hujan turun, sama seperti hanya Allah yang tahu kapan Kiamat terjadi.

4. MENGAPA HUJAN TERTAHAN?

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan ditimpa paceklik, mahalnya biaya hidup dan kezaliman penguasa. Dan tidaklah mereka menahan zakat, kecuali hujan akan ditahan dari langit, kalaulah bukan karena binatang ternak, niscaya mereka tidak akan diberi hujan.” (HR. Ibnu Majah, Shahih)

Tertahannya hujan sering karena banyaknya maksiat dan dosa manusia.

Oleh karena itu, jika hujan tertahan, inilah yang harus kita lakukan sebagai orang beriman:

1. Memperbanyak Istighfar

Allah berfirman: “Maka aku katakan kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.” (QS. Nuh: 10-11)

2. Melaksanakan Shalat Istisqa - shalat meminta hujan dengan khusyuk dan merendahkan diri.

3. Khatib Jumat berdoa meminta hujan di dalam khutbahnya.

4. Berdoa secara langsung kepada Allah dengan tulus, dengan mengangkat tangan, mengakui dosa-dosa kita.

Marilah kita tutup dengan doa kafaratul majelis:

سُبْحانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ أشْهَدُ أنْ لا إِلهَ إِلاَّ أنْتَ أسْتَغْفِرُكَ وأتُوبُ إِلَيْكَ

Subhânakallâhumma wa bihamdika asyhadu an-lâilâha illâ anta astaghfiruka wa atûbu ilaik.

Artinya: Maha Suci Engkau, ya Allah. Segala sanjungan untuk-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Notulensi oleh: H. Samuel Abdurrahman
Baca Juga:
Artikel Terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar
Batal
  • Beranda
  • Pengumuman
  • Kajian
  • Keuangan
  • Kegiatan
© 2026 Website ini dikelola oleh Dewan Kemakmuran Masjid Darul Maarif.